Ali Jaya Terpilih Aklamasi Pada Musda DPD APPSI Tanggamus

Tanggamus, APPSI – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Tanggamus menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pertamanya pada Rabu. Forum ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi penegasan arah organisasi di tengah bertambahnya peran APPSI dalam mendukung agenda nasional.
Musda dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Provinsi Lampung, Rene Semuluyan. Dalam sambutannya, Rene menegaskan bahwa keberadaan DPD APPSI Tanggamus harus menjadi jembatan antara pedagang pasar tradisional dan pemerintah daerah.
“Pengurus DPD APPSI Tanggamus memiliki tanggung jawab memastikan aspirasi dan suara pedagang pasar tradisional terus tersampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Organisasi ini harus menjadi wadah perjuangan, bukan sekadar pelengkap administrasi,” ujar Rene.
Menurut dia, pasar tradisional masih menjadi denyut utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, setiap persoalan yang dihadapi pedagang—mulai dari tata kelola pasar, distribusi barang, hingga kebijakan pemerintah—perlu diperjuangkan melalui organisasi yang solid dan memiliki daya tawar.
Namun, Rene mengingatkan bahwa tantangan APPSI kini tidak lagi berhenti pada isu-isu perdagangan pasar. Ia mengatakan organisasi tersebut memikul tanggung jawab yang lebih luas setelah Ketua Umum DPP APPSI, Sudaryono, dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN).
Penugasan itu, kata Rene, menempatkan APPSI pada posisi strategis dalam mendukung salah satu program prioritas pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Konsekuensinya, tugas APPSI menjadi semakin besar. Kita tidak hanya mengurus kepentingan pedagang pasar, tetapi juga harus ikut menyukseskan program strategis pemerintah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” katanya
Karena itu, Rene meminta seluruh jajaran DPD APPSI di Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan yang ditetapkan pimpinan Badan Gizi Nasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada kesiapan rantai pasok yang melibatkan pedagang pasar tradisional sebagai salah satu mata rantai distribusi pangan.
“Kita harus menjadi bagian dari solusi. Seluruh pengurus APPSI harus mendukung penuh kebijakan-kebijakan BGN agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Secara khusus, Rene berharap pedagang pasar di Kabupaten Tanggamus dapat mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas pasokan bahan pangan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur umum penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut dia, keterlibatan pedagang pasar bukan semata-mata soal aktivitas ekonomi, melainkan juga bagian dari kontribusi terhadap upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Pedagang pasar memiliki posisi penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku. Karena itu, saya berharap seluruh pedagang di Tanggamus ikut mengawal ketersediaan pasokan di setiap dapur umum sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Rene.
Musda perdana DPD APPSI Tanggamus itu sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran pedagang pasar tradisional, baik sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi maupun sebagai bagian dari ekosistem pendukung program-program strategis nasional.

Saat ini belum ada komentar