APPSI OKI Apresiasi Pembentukan Satgas Perdagangan, Dorong Pelibatan Pedagang dalam Pembangunan Pasar

Kayuagung, APPSI – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengapresiasi wacana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Perdagangan di setiap kabupaten/kota sebagai langkah untuk memperkuat pengawasan, komunikasi, dan koordinasi antara pemerintah dengan pelaku perdagangan, khususnya pedagang pasar rakyat.
Ketua DPD APPSI Kabupaten OKI, Yarlis, menilai keberadaan Satgas Perdagangan dapat menjadi momentum untuk mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai pusat perekonomian masyarakat sekaligus memastikan kebijakan perdagangan benar-benar menyentuh persoalan yang dihadapi pedagang di lapangan.
Menurutnya, APPSI harus diberikan ruang dan peran yang jelas dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pasar tradisional, karena pedagang merupakan pihak yang secara langsung menjalankan aktivitas perdagangan dan memahami kondisi pasar sehari-hari.
«“Kami mengapresiasi rencana pembentukan Satgas Perdagangan. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana fungsi dan peran APPSI sebagai organisasi pedagang dapat benar-benar dilibatkan dalam pengambilan kebijakan di pasar,” ujar Yarlis.»
Pedagang Jangan Hanya Menjadi Objek
APPSI OKI berpandangan bahwa dalam setiap rencana revitalisasi, pembangunan, maupun penataan pasar rakyat, pemerintah seharusnya melibatkan perwakilan pedagang sejak tahap awal perencanaan.
Pelibatan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi harus dilakukan melalui dialog dan pembahasan kebutuhan nyata di lapangan.
Pedagang perlu diberikan kesempatan menyampaikan apa yang benar-benar dibutuhkan, mulai dari ukuran dan jenis kios atau lapak, akses keluar-masuk pasar, fasilitas sanitasi, tempat parkir, kebersihan, keamanan, pengelolaan sampah, tata letak pedagang, hingga akses bagi pembeli.
“Jangan sampai pasar dibangun berdasarkan asumsi dari atas, sementara kebutuhan pedagang di lapangan tidak menjadi pertimbangan utama. Yang menggunakan pasar setiap hari adalah pedagang dan masyarakat. Karena itu, suara mereka harus didengar sejak perencanaan,” tegasnya.

Saat ini belum ada komentar