Beranda » Berita » Kemendag Terima Usulan Pembentukan Satgas Perdagangan dan Meminta APPSI Terlibat Dalam Pengembangan Pasar Rakyat

Kemendag Terima Usulan Pembentukan Satgas Perdagangan dan Meminta APPSI Terlibat Dalam Pengembangan Pasar Rakyat

Jakarta, APPSI – Kementerian Perdagangan (Kemendag) merespons usulan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk membentuk satuan tugas (satgas) perdagangan. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pedagang.

Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir menyampaikan usulan pembentukan satgas perdagangan tersebut saat bertemu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan di Jakarta, pada Senin, (24/8).

Iqbal Shoffan menyambut baik masukan yang disampaikan APPSI. Menurut dia, pemerintah membutuhkan informasi langsung dari pedagang karena mereka yang setiap hari berhadapan dengan kondisi pasar, Ia juga mengatakan masukan dari APPSI penting untuk membantu pemerintah melihat persoalan pasar secara lebih nyata. Pemerintah juga ingin membangun kerja sama yang lebih kuat dengan organisasi pedagang.

Dirjen PDN ini mengatakan pemerintah tidak ingin kebijakan pasar hanya dibuat berdasarkan kondisi di atas kertas. Kondisi setiap pasar berbeda sehingga pendekatan yang digunakan juga tidak bisa disamakan.

Pasar di satu daerah bisa memiliki karakter yang berbeda dengan pasar di daerah lain. Kebiasaan masyarakat, jenis barang yang dijual, jumlah pedagang, daya beli, hingga akses menuju pasar menjadi faktor yang ikut menentukan ramai atau sepinya pasar.

Kami memahami pentingnya bekerja sama dengan APPSI. Pasar di satu daerah tidak bisa disamakan begitu saja dengan pasar di daerah lain. Bahkan pasar yang jaraknya hanya sekitar 20 kilometer bisa memiliki budaya perdagangan yang berbeda.

Karena itu, Iqbal menilai masukan dari APPSI dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan setiap pasar. APPSI memiliki jaringan pedagang di berbagai daerah sehingga informasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan.

Selain itu Iqbal menjelaskan Kemendag memiliki dua pendekatan dalam mengembangkan pasar rakyat, yakni revitalisasi fisik dan nonfisik.
Revitalisasi fisik dilakukan dengan memperbaiki pasar yang sudah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pemerintah menghindari pembangunan pasar baru di lokasi yang belum menjadi tempat masyarakat berbelanja. Pertimbangannya sederhana. Pasar yang dibangun di lokasi baru belum tentu langsung didatangi masyarakat.

Untuk revitalisasi fisik, yang kita prioritaskan adalah pasar yang sudah ada. Kita sangat menghindari pembangunan pasar baru di lokasi yang sebelumnya tidak menjadi pusat aktivitas masyarakat. Alasannya sederhana, karena belum ada kebiasaan masyarakat untuk berbelanja di tempat tersebut.

Menurutnya, persoalan pasar tidak selesai setelah pembangunan fisik selesai. Pengelolaan sehari-hari justru menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah pasar bisa bertahan atau kembali sepi. Iqbal juga mengatakan pasar yang baru selesai direvitalisasi biasanya terlihat bersih dan tertata. Namun, kondisi tersebut bisa berubah jika pengelolaannya tidak berjalan dengan baik.

Pasar yang sudah ada saja, setelah dibangun, biasanya hanya bertahan bersih selama beberapa bulan. Tiga bulan pertama mungkin masih bersih. Memasuki bulan keempat, kondisi pasar bisa kembali seperti sebelumnya.

Kondisi tersebut juga bisa membuat pedagang kembali berjualan di luar pasar. Akibatnya, pembeli yang datang ke pasar memiliki pilihan lain untuk berbelanja.

Kemendag menilai revitalisasi nonfisik tidak kalah penting. Pengelolaan pasar, kebersihan, tata tertib, peningkatan kemampuan pedagang, hingga digitalisasi perlu diperhatikan secara bersamaan, dan menginginkan APPSI untuk ikut terlibat dalam pengembangan pasar rakyat. Jaringan APPSI dinilai dapat membantu pemerintah menyerap persoalan yang terjadi langsung di lapangan.

Kita justru meminta APPSI ikut terlibat. Ada sekitar 8.000 pasar yang menjadi bagian dari ekosistem perdagangan rakyat. Angkanya memang besar dan tersebar di berbagai daerah.

Iqbal menilai pasar rakyat memiliki posisi penting dalam perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang, masyarakat sekitar, dan organisasi seperti APPSI perlu terlibat dalam menjaga keberlangsungan pasar.

Salah satu persoalan yang juga menjadi perhatian Kemendag adalah akses menuju pasar. Pasar yang sudah dibangun dengan baik tidak akan ramai jika masyarakat kesulitan mencapainya. Iqbal mengatakan transportasi umum perlu terhubung dengan pasar. Rute angkutan umum, misalnya, dapat diarahkan melewati kawasan pasar agar masyarakat lebih mudah datang.

Jangan sampai pasar sudah dibangun dengan bagus, tetapi akses transportasinya tidak mendukung–Kami berharap APPSI dapat memberikan masukan kepada pemerintah mengenai persoalan yang benar-benar dihadapi pedagang. Kalau ada persoalan, sampaikan kepada pemerintah. Jangan sampai persoalan di lapangan tidak diketahui oleh pengambil kebijakan.

Menurut Iqbal, pengembangan pasar harus melihat kondisi di sekitarnya. Pasar tidak bisa hanya dipandang sebagai bangunan yang diisi kios pedagang. Fasilitas seperti air bersih, penerangan, kebersihan, akses jalan, tempat parkir, dan transportasi juga ikut menentukan kenyamanan pedagang dan pembeli.

Iqbal mengatakan Kemendag terbuka terhadap masukan APPSI. Pemerintah justru membutuhkan informasi dari organisasi yang berhubungan langsung dengan pedagang.

Kami berharap APPSI dapat memberikan masukan kepada pemerintah mengenai persoalan yang benar-benar dihadapi pedagang,” ujar Iqbal.

Menurut dia, asosiasi pedagang memang memiliki peran penting untuk menyampaikan kondisi di lapangan. Masukan tersebut dapat menjadi bahan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Musda DPD APPSI Lampung Selatan Tetapkan Arah Organisasi Pedagang Pasar, DPW Dorong Sinergi Dengan Pemerintah

    Musda DPD APPSI Lampung Selatan Tetapkan Arah Organisasi Pedagang Pasar, DPW Dorong Sinergi Dengan Pemerintah

    • Senin, 15 Juni 2026

    Lampung Selatan, APPSI – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Resto Variegata Randoe, Kecamatan Tanjung Bintang, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi pedagang pasar sekaligus memperkuat komitmen APPSI dalam memperjuangkan kepentingan pedagang melalui sinergi dengan pemerintah daerah. Musda dihadiri Ketua DPW […]

    Selengkapnya »
  • Gubernur Lampung Perkuat Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok

    Gubernur Lampung Perkuat Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok

    • Kamis, 7 Mei 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah pengendalian harga kebutuhan pokok menyusul kenaikan inflasi daerah pada Mei 2026. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (6/5/2026). Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, […]

    Selengkapnya »
  • Lantik Kepengurusan DPD APPSI Kabupaten Bogor, Don Muzakir: APPSI Harus Aktif Mendukung Program Presiden Hingga Ke Akar Rumput

    Lantik Kepengurusan DPD APPSI Kabupaten Bogor, Don Muzakir: APPSI Harus Aktif Mendukung Program Presiden Hingga Ke Akar Rumput

    • Jumat, 28 Agustus 2026

    Bogor, APPSI – Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPSI menggelar pengukuhan pengurus daerah baru DPD APPSI Kabupaten Bogor, yang diselenggarakan di Ballroom Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jum’at (28/08/2026). Pelantikan dan Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir, mewakili Ketua Umum DPP APPSI yang berhalangan hadir, sekaligus melantik dan mengukuhkan Dewi Suminar sebagai […]

    Selengkapnya »
  • Musda I APPSI Pesisir Barat: Muth’eim Ali Terpilih, Pedagang Suarakan Aspirasi Pasar

    Musda I APPSI Pesisir Barat: Muth’eim Ali Terpilih, Pedagang Suarakan Aspirasi Pasar

    • Rabu, 12 Agustus 2026

    Pesisir Barat, APPSI – Musyawarah Daerah (Musda) ke-1 Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Pesisir Barat resmi digelar di Krui Wave Resto, Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Rabu, 12 Agustus 2026. Forum tertinggi tingkat kabupaten ini menetapkan Muth’eim Ali sebagai Ketua DPD APPSI Pesisir Barat setelah mengantongi lima suara penuh […]

    Selengkapnya »
  • Dijabat Sudaryono, APPSI Lampung Siap Jadi Mitra Strategis Program MBG

    Dijabat Sudaryono, APPSI Lampung Siap Jadi Mitra Strategis Program MBG

    • Rabu, 22 Juli 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Lampung, Rene Semuluyan, menyampaikan ucapan selamat kepada Sudaryono yang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Nanik S Deyang. Nanik mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung. Penunjukan Sudaryono, yang sebelumnya menjabat Wakil […]

    Selengkapnya »
  • Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung: Kawal Program Presiden Prabowo Subianto

    Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung: Kawal Program Presiden Prabowo Subianto

    • Selasa, 25 Agustus 2026

    “Win through your actions, never through argument, dalam politik, kalimat itu menemukan relevansinya ketika perdebatan tentang keberhasilan atau kegagalan sebuah pemerintahan akhirnya harus berhadapan dengan sesuatu yang lebih sulit dibantah.” Rene Semuluyan, Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung Ketika perdebatan tentang keberhasilan atau kegagalan sebuah pemerintahan akhirnya harus berhadapan dengan sesuatu yang lebih sulit dibantah: angka […]

    Selengkapnya »