Wakil Bupati Lampung Utara Dukung APPSI Dorong Modernisasi Pasar di Lampung Utara

Kotabumi, APPSI – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara membuka ruang kolaborasi dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk membenahi tata kelola pasar, meningkatkan perekonomian daerah, serta mendorong modernisasi pasar tradisional.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Lampung Utara Romli dalam audiensi bersama APPSI. Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Khairul Anwar, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Iwan Purnama, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Anton WR.
Romli mengapresiasi keberadaan APPSI yang memiliki jaringan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, APPSI dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyerap aspirasi pedagang sekaligus menjembatani berbagai persoalan yang muncul dalam pengelolaan pasar.
Saya sangat mengapresiasi APPSI. APPSI ini sudah ada turunannya dari pusat ke daerah dan mempunyai tujuan yang baik.
Dalam audiensi tersebut, kondisi sejumlah pasar tradisional menjadi salah satu pembahasan utama. Keluhan dari pedagang, khususnya yang berkaitan dengan Pasar Dekon dan Pasar Pagi, menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kondisi pasar yang dinilai masih terkesan kumuh dinilai perlu segera dibenahi agar mampu memberikan kenyamanan kepada pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.
Romli mengatakan pemerintah daerah memiliki keinginan agar pasar di Lampung Utara tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi yang lebih tertata dan modern.
Persoalan pembiayaan menjadi salah satu tantangan dalam melakukan pembenahan pasar. Pemerintah daerah, kata Romli, tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembenahan tersebut.
Karena itu, pemerintah memilih membuka peluang kerja sama dengan pihak luar, termasuk investor yang berminat mengembangkan pasar.
Menurutnya, penjajakan investasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi terhadap kebutuhan pembenahan pasar tanpa harus sepenuhnya mengandalkan kemampuan anggaran daerah.
Selain persoalan fisik pasar, pemerintah juga menaruh perhatian pada tata kelola dan optimalisasi potensi ekonomi yang sudah ada.
Romli berharap APPSI dapat mengambil peran sebagai mitra yang menjembatani pemerintah dengan pedagang serta pelaku ekonomi lainnya. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat dikomunikasikan sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Pemerintah daerah juga mendorong adanya inventarisasi berbagai potensi dan persoalan di tingkat kecamatan. Dengan pemetaan tersebut, persoalan yang berkaitan dengan pasar dan perdagangan diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah.
Romli menilai kolaborasi antara APPSI dan pemerintah daerah juga penting untuk menciptakan iklim pasar yang sehat. Pedagang perlu mendapatkan edukasi agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tata kelola dan konsep pasar yang lebih modern.

Saat ini belum ada komentar