Beranda » Opini » Kolaborasi Memalak Yang Estetik di Shopping Center Metro, Menjadi Bukti Adanya Negara Dalam Negara

Kolaborasi Memalak Yang Estetik di Shopping Center Metro, Menjadi Bukti Adanya Negara Dalam Negara

Selamat kepada Shopping Center Kota Metro! Di tengah upaya pemerintah pusat mendorong digitalisasi dan kemudahan berusaha, pusat pertokoan ini justru berhasil menciptakan inovasi tata kelola yang luar biasa: Sistem Pajak “Suka-Suka” berkedok kebersamaan.

Rene Semuluyan – Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung


Beredar berita melalui laman resmi Koran Editor (https://koraneditor.co) terkait penarikan uang yang diduga tidak memiliki landasan legalitas formal, penarikan ini diberlakukan bagi calon pedagang baru yang hendak membuka usaha di Shopping Center.

Disebutkan bahwa Perhimpunan Persaudaraan Pedagang Pusat Pertokoan (P5) melakukan praktik penarikan sejumlah uang terhadap pedagang baru di pusat pertokoan Shopping Center Kota Metro.

Kasus yang menimpa Shopping Center Kota Metro mencerminkan fenomena klasik dalam pengelolaan pasar tradisional di Indonesia, lahirnya “pemerintahan bayangan” di atas aset negara, hal ini bisa saja akibat dari adanya kekosongan peran pemerintah atau pemerintah oknum Pemerintah Kota Metro sedang “meminjam tangan” dari kawan-kawan P5 untuk melakukan praktik Pungli.

Tindakan Paguyuban P5 yang menarik Rp3,5 juta per pedagang baru dengan dalih “asas keadilan” dan pemeliharaan fasilitas adalah sebuah praktik yang secara sosiologis mungkin bisa dipahami, namun secara hukum sangat sulit dibenarkan, terutama jika benar adanya keterlibatan oknum pemerintah yang “meminjam tangan” P5 untuk melakukan pungutan liar.

Argumen Ketua Paguyuban bahwa uang tersebut digunakan untuk memperbaiki atap bocor, pipa, hingga pagar keamanan karena pemerintah tidak memiliki anggaran, memang terdengar seperti sosok pahlawan. Namun, dalam tata kelola aset negara niat baik saja tidaklah cukup dan harus dilakukan dengan cara yang benar, dalam arti niat baik tidak menghapus sifat melawan hukum.

Tanpa SK (Surat Keputusan) atau landasan Perda, penarikan dana ini masuk dalam kategori Pungutan Liar (Pungli). Jika setiap paguyuban di pasar-pasar Indonesia diizinkan membuat aturan sendiri untuk “mengisi kas” tanpa audit transparan, maka Shopping Center bukan lagi aset publik, melainkan milik kelompok tertentu.

Siapa bilang pungutan harus pakai SK (Surat Keputusan) atau Perda? Itu terlalu mainstream. Ketua Paguyuban P5 membuktikan bahwa cukup dengan “pemberitahuan lisan” ke dinas terkait, sebuah organisasi sudah bisa merasa punya otoritas melebihi Walikota. Rupanya, di lantai atas Shopping Center, suara lisan memiliki kekuatan hukum yang setara dengan konstitusi. Mungkin ke depannya, bayar parkir atau buat KTP di Metro cukup pakai obrolan sambil ngopi saja. Ini bisa menjadi ilmu baru dalam tata negara.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Munip Ariadi Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua DPW APPSI DKI Jakarta 2026–2030

    Munip Ariadi Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua DPW APPSI DKI Jakarta 2026–2030

    • Minggu, 12 April 2026

    Jakarta, APPSI – Munip Ariyadi terpilih sebagai Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 yang digelar di Gedung Juang, pada Sabtu, 12 April 2026. Muswil ini dihadiri lima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan sekitar 120 komisariat APPSI dari seluruh wilayah Jakarta. […]

    Selengkapnya »
  • Digitalisasi Pasar Tanggamus, Pemkab Siapkan Wifi dan Marketplace Lokal

    Digitalisasi Pasar Tanggamus, Pemkab Siapkan Wifi dan Marketplace Lokal

    • Jumat, 8 Mei 2026

    Tanggamus, APPSI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus mulai mendorong transformasi digital pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan daya saing pedagang di tengah pesatnya perkembangan perdagangan online. Langkah tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi penataan pasar dan pengelolaan sampah yang dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto di Ruang Rapat Wakil Bupati, Jumat (8/5/2026). Rapat tersebut dihadiri Asisten II Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya […]

    Selengkapnya »
  • Jelang Idul Adha, Bahan Pokok Terpantau Normal Di Pasar Jatimulyo

    Jelang Idul Adha, Bahan Pokok Terpantau Normal Di Pasar Jatimulyo

    • Rabu, 6 Mei 2026

    Lampung Selatan, APPSI – Memasuki pekan ketiga menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, stabilitas harga sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Jatimulyo, Lampung Selatan, terpantau masih stabil. Hingga Selasa, 5 Mei 2026, belum terlihat adanya lonjakan harga yang signifikan untuk sejumlah komoditas pokok. Berdasarkan pantauan di lapangan, arus distribusi barang dari distributor menuju pasar tradisional ini […]

    Selengkapnya »
  • Minyakita dan Para Pemburu Rente: Ketika Hak Rakyat Dan Hak Pedagang Kecil Dirampok Oleh Tangan-Tangan Berkuasa

    Minyakita dan Para Pemburu Rente: Ketika Hak Rakyat Dan Hak Pedagang Kecil Dirampok Oleh Tangan-Tangan Berkuasa

    • Minggu, 31 Mei 2026

    “Tidak ada yang lebih berbahaya daripada keserakahan yang bersembunyi di balik jabatan.” Rene Semuluyan – Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung Preman yang merampok di jalan setidaknya datang dengan wajah yang jelas. Tetapi para pemburu rente bekerja dengan cara yang lebih elegan. Mereka tidak membawa senjata. Mereka membawa pengaruh. Mereka tidak merampas dengan ancaman. Mereka merampas […]

    Selengkapnya »
  • Muswil DPW APPSI Jakarta, Sudaryono Minta Aktif Perjuangkan Pedagang Pasar

    Muswil DPW APPSI Jakarta, Sudaryono Minta Aktif Perjuangkan Pedagang Pasar

    • Sabtu, 11 April 2026

    Jakarta, APPSI – Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia DKI Jakarta resmi digelar pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan itu menjadi forum konsolidasi pedagang pasar dari berbagai wilayah di Jakarta sekaligus agenda pemilihan kepengurusan baru DPW APPSI DKI Jakarta. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan pedagang pasar dan pengurus APPSI dari tingkat wilayah […]

    Selengkapnya »
  • Silaturahmi Ke Kediaman Jokowi, Sudaryono: Saya Pernah Menjadi Wakil Menteri Di Era Presiden Jokowi

    Silaturahmi Ke Kediaman Jokowi, Sudaryono: Saya Pernah Menjadi Wakil Menteri Di Era Presiden Jokowi

    • Sabtu, 9 Mei 2026

    Solo, APPSI – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melaporkan capaian swasembada beras 2025 kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/5/2026). Sudaryono menyebut Indonesia kini sudah menghentikan impor beras dan kesejahteraan petani mulai meningkat. Dalam pertemuan itu, Sudaryono menyampaikan capaian swasembada pangan yang berhasil diraih pemerintah pada 2025. Menurutnya, capaian tersebut sesuai […]

    Selengkapnya »