Beranda » Opini » Kolaborasi Memalak Yang Estetik di Shopping Center Metro, Menjadi Bukti Adanya Negara Dalam Negara

Kolaborasi Memalak Yang Estetik di Shopping Center Metro, Menjadi Bukti Adanya Negara Dalam Negara

Konsep kompensasi atas “perjuangan pedagang lama” sejak 2016 adalah argumen yang sangat lemah dalam ekosistem bisnis modern. Dalam hal bisnis, Pedagang lama bertahan adalah bentuk investasi pribadi untuk usaha mereka sendiri.

Membebankan biaya “masa lalu” kepada pedagang baru justru menciptakan hambatan masuk (barrier to entry) yang mencekik pertumbuhan ekonomi pasar itu sendiri. Alih-alih meramaikan pasar, beban biaya di awal ini justru akan menakuti pelaku UMKM yang ingin berkembang. Ini benar-benar sebuah langkah visioner yang diterapkan oleh P5, terutama Pemerintah Kota Metro jika memang terbukti adanya keterlibatan oknum-oknum pemerintah dalam pungutan liar ini.

Memang luar biasa sekali kekuatan paguyuban ini, mereka punya hak prerogatif untuk memberikan “izin” bagi siapa saja yang boleh berjualan. Padahal, kita ketahui bersama bahwa bangunan itu milik Pemkot Metro, dibangun menggunakan uang rakyat (APBD). Tapi entah bagaimana ceritanya, paguyuban itu tiba-tiba ber-transformasi menjadi pemilik saham mayoritas yang bisa melakukan blokade pintu bagi siapa pun yang tidak menyetor “uang cium tangan” sebesar Rp3,5 juta rupiah, layaknya Iran yang memblokade Selat Hormuz.

Dalam hal ini kita juga harus memberi apresiasi kepada Dinas terkait. Mengetahui ada pungutan liar di depan mata namun tetap diam, itu sungguh adalah bentuk dedikasi luar biasa dalam hal pembiaran. Dalih “tidak ada anggaran renovasi” adalah alasan klasik yang sangat berguna. Ini memberi ruang bagi kelompok-kelompok kreatif untuk menarik pungutan liar dengan kedok “kontribusi fasilitas umum”.

Jika polanya terus-menerus seperti ini, contoh: seperti yang dilakukan salah satu desa di Kabupaten Lampung Tengah. Mungkin sebentar lagi warga Metro juga harus iuran sendiri untuk menambal jalan raya, dan parahnya kemudian warga kota metro diminta uang masuk untuk setiap pengendara yang lewat dengan dalih “asas keadilan jalan raya”.

Praktik di Shopping Center Metro ini adalah contoh sempurna bagaimana sebuah aset daerah bisa berubah menjadi lapak pemerasan yang sopan. Jika uang jutaan rupiah mengalir langsung ke bendahara paguyuban tanpa masuk ke kas daerah, jangan sebut itu pungli—sebut saja itu “sedekah paksa untuk eksistensi”.

Kami selaku Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dengan tegas dan keras menolak praktik-praktik pungli yang ada di pasar-pasar tradisional khususnya di Provinsi Lampung, kami menolak adanya “Negara di dalam Mall”, dan ini termasuk dalam pelanggaran hukum.

Dalam KUHP, pelaku pungli dijerat dengan Pasal 368 ayat 1. Siapapun yang mengancam atau memaksa orang lain untuk memberikan sesuatu terancam pidana penjara paling lama sembilan tahun. Bila pelaku merupakan pejabat, aparatur sipil negara, atau penegak hukum, praktik pungli itu ditindak sesuai dengan aturan dalam badan pemerintahan, sanksinyapun beragam mulai dari teguran hingga pemecatan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Hasyim Syarif Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPD APPSI Kota Bandar Lampung Periode 2026-2031

    Hasyim Syarif Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPD APPSI Kota Bandar Lampung Periode 2026-2031

    • Sabtu, 13 Juni 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Musyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kota Bandar Lampung resmi menetapkan Hasyim Syarif “Pupung” sebagai Ketua DPD APPSI Kota Bandar Lampung periode 2026–2031. Penetapan tersebut merupakan hasil rapat keputusan Musda yang berlangsung di Resto Kampung Bambu, Sabtu 13/06/2026 Musda I DPD APPSI Kota […]

    Selengkapnya »
  • Gubernur Lampung Perkuat Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok

    Gubernur Lampung Perkuat Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok

    • Kamis, 7 Mei 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah pengendalian harga kebutuhan pokok menyusul kenaikan inflasi daerah pada Mei 2026. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (6/5/2026). Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, […]

    Selengkapnya »
  • Polsek Talang Padang Kawal Penataan Pasar Gisting

    Polsek Talang Padang Kawal Penataan Pasar Gisting

    • Kamis, 11 Juni 2026

    Tanggamus, APPSI – Penataan dipimpin Camat Gisting Purwanti bersama Satpol PP Kabupaten Tanggamus, Dinas Pasar Kabupaten Tanggamus, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur terkait lainnya. Fokus kegiatan adalah merelokasi pedagang yang masih berjualan di area parkir pasar agar menempati lokasi yang telah disediakan di dalam pasar. Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid, S.H., M.H., mengatakan pihaknya menerjunkan […]

    Selengkapnya »
  • Disdag Lampung Utara Gelar Pasar Murah

    Disdag Lampung Utara Gelar Pasar Murah

    • Kamis, 14 Mei 2026

    Lampung Utara, APPSI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Lampung Utara optimis pelaksanaan pasar murah minyak goreng merek Minyakita di Pasar Sentral Kotabumi mampu menekan lonjakan harga minyak goreng yang dalam beberapa pekan terakhir dikeluhkan masyarakat. Program pasar murah yang mulai digelar pada Selasa, 12 Mei 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah […]

    Selengkapnya »
  • Ketua Umum DPP APPSI Ungkap Peran Besar Sektor Pertanian Dalam Ekonomi Karbon

    Ketua Umum DPP APPSI Ungkap Peran Besar Sektor Pertanian Dalam Ekonomi Karbon

    • Sabtu, 18 April 2026

    JAKARTA, APPSI – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian rendah emisi dan berkelanjutan. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengatakan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam implementasi NEK karena tidak hanya menjadi sumber emisi gas rumah kaca (GRK) tetapi juga berfungsi sebagai penyerap karbon melalui […]

    Selengkapnya »
  • Ayam Potong 1 Kg Dibanderol Rp 30 Ribu Jelang Idul Adha 2026

    Ayam Potong 1 Kg Dibanderol Rp 30 Ribu Jelang Idul Adha 2026

    • Senin, 25 Mei 2026

    “Untuk harga daging masih stabil dibanding minggu lalu, yakni sekitar Rp140 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik,” ujarnya, Sabtu (23/5). Namun demikian, terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas sayuran dan bumbu dapur. Cabai rawit hijau tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,62 persen, ketimun naik 8,33 persen, tomat naik 7,67 persen, serta bawang merah naik 1,90 persen. Erwin […]

    Selengkapnya »