Beranda » Berita » Muswil DPW APPSI Jakarta, Sudaryono Minta Aktif Perjuangkan Pedagang Pasar

Muswil DPW APPSI Jakarta, Sudaryono Minta Aktif Perjuangkan Pedagang Pasar

Jakarta, APPSI – Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia DKI Jakarta resmi digelar pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan itu menjadi forum konsolidasi pedagang pasar dari berbagai wilayah di Jakarta sekaligus agenda pemilihan kepengurusan baru DPW APPSI DKI Jakarta.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan pedagang pasar dan pengurus APPSI dari tingkat wilayah hingga pasar-pasar tradisional di ibu kota. Ketua Umum DPP APPSI, yang juga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Sudaryono menekankan pentingnya APPSI menjadi organisasi yang benar-benar bekerja untuk pedagang pasar.

Menurut Sudaryono, tantangan yang dihadapi pedagang saat ini semakin besar, mulai dari persaingan dengan ritel modern, kenaikan biaya usaha, hingga perubahan pola belanja masyarakat.

Karena itu, ia meminta pengurus APPSI DKI Jakarta tidak hanya aktif saat kegiatan organisasi, tetapi juga hadir membantu pedagang dalam kehidupan sehari-hari.

“APPSI harus menjadi jembatan aspirasi pedagang dengan pemerintah daerah. Organisasi ini harus hadir membantu pedagang menghadapi berbagai persoalan di lapangan,” kata pria yang akrab disapa Mas Dar.

Ia mengatakan pasar rakyat masih memiliki peran besar dalam perputaran ekonomi masyarakat. Aktivitas perdagangan di pasar tradisional, menurut dia, menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga.

Sudaryono menilai Jakarta memiliki posisi penting karena menjadi pusat perdagangan nasional. Kondisi tersebut membuat pedagang pasar di Jakarta menghadapi tekanan yang lebih besar dibanding daerah lain.

Persaingan dengan pusat perbelanjaan modern dan platform belanja digital, kata dia, membuat pedagang pasar harus terus beradaptasi.

Karena itu, APPSI diminta aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah agar kebijakan yang dibuat tetap memperhatikan keberlangsungan pasar rakyat.

“Pedagang pasar harus kuat. APPSI harus aktif mendampingi dan memperjuangkan kebutuhan pedagang, termasuk soal akses usaha dan kestabilan ekonomi mereka,” ujarnya.

Sudaryono juga menyinggung pentingnya penguatan akses distribusi barang dan bahan pangan di pasar tradisional. Menurut dia, kestabilan harga di pasar tidak bisa dilepaskan dari kelancaran distribusi.

Ia meminta pengurus APPSI lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas perdagangan, hingga Bulog jika ditemukan persoalan pasokan atau harga bahan pokok.

Menurut dia, komunikasi yang cepat bisa membantu mencegah lonjakan harga yang memberatkan pedagang maupun masyarakat.

Selain itu, Sudaryono menilai revitalisasi pasar tradisional juga perlu dilakukan secara bertahap. Namun, revitalisasi tersebut harus tetap memperhatikan kondisi pedagang agar aktivitas usaha mereka tidak terganggu.

Ia mengingatkan pembangunan pasar jangan hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pedagang dan pembeli.

“Pasar rakyat harus tetap hidup. Pedagang jangan sampai tersingkir di tempat usahanya sendiri,” katanya.

Muswil APPSI DKI Jakarta juga menjadi ruang penyampaian aspirasi dari para pedagang. Sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan.

Pedagang mengeluhkan biaya operasional yang terus meningkat, mulai dari sewa tempat, distribusi barang, hingga kebutuhan listrik dan transportasi.

Sebagian pedagang juga berharap pemerintah memberikan kemudahan akses permodalan bagi usaha kecil di pasar tradisional. Mereka menilai modal usaha masih menjadi kendala utama untuk mengembangkan usaha.

Selain persoalan ekonomi, pedagang juga meminta adanya perbaikan fasilitas pasar. Beberapa pasar dinilai masih memiliki masalah kebersihan, drainase, dan penataan area parkir.

Peserta Muswil berharap APPSI bisa menjadi penghubung yang aktif antara pedagang dan pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan tersebut.

Forum Muswil juga membahas penguatan organisasi hingga tingkat pasar. Pengurus diminta memperkuat komunikasi antarwilayah agar persoalan pedagang bisa lebih cepat ditangani.

Hingga sore hari, rangkaian kegiatan Muswil masih berlangsung dengan agenda utama pemilihan Ketua DPW APPSI DKI Jakarta periode terbaru.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Hasyim Syarif Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPD APPSI Kota Bandar Lampung Periode 2026-2031

    Hasyim Syarif Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPD APPSI Kota Bandar Lampung Periode 2026-2031

    • Sabtu, 13 Juni 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Musyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kota Bandar Lampung resmi menetapkan Hasyim Syarif “Pupung” sebagai Ketua DPD APPSI Kota Bandar Lampung periode 2026–2031. Penetapan tersebut merupakan hasil rapat keputusan Musda yang berlangsung di Resto Kampung Bambu, Sabtu 13/06/2026 Musda I DPD APPSI Kota […]

    Selengkapnya »
  • Ayam Potong 1 Kg Dibanderol Rp 30 Ribu Jelang Idul Adha 2026

    Ayam Potong 1 Kg Dibanderol Rp 30 Ribu Jelang Idul Adha 2026

    • Senin, 25 Mei 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah harga ayam potong di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, masih normal. Meski hingga kini belum mengalami lonjakan signifikan, para pedagang memperkirakan harga ayam berpotensi naik dalam beberapa hari ke depan seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Seorang pedagang ayam potong di Pasar Pasir Gintung, Marni (65) mengatakan harga […]

    Selengkapnya »
  • Walikota Bandar Lampung Terima Audiensi DPD APPSI Kota Bandar Lampung

    Walikota Bandar Lampung Terima Audiensi DPD APPSI Kota Bandar Lampung

    • Selasa, 5 Mei 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menerima audiensi Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kota Bandar Lampung terkait kepengurusan DPD APPSI Kota Bandar Lampung. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha pasar tradisional. Dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan […]

    Selengkapnya »
  • DPW APPSI Lampung Siapkan Bantuan Hukum Untuk Pedagang Pasar Di Provinsi Lampung

    DPW APPSI Lampung Siapkan Bantuan Hukum Untuk Pedagang Pasar Di Provinsi Lampung

    • Jumat, 8 Mei 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPW APPSI) Provinsi Lampung kembali tegaskan komitmen dalam memperjuangkan hak dan perlindungan pedagang pasar tradisional dengan menyiapkan layanan Bantuan Hukum (BAHU APPSI) khusus bagi para pedagang pasar di seluruh wilayah Lampung. Program ini disiapkan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap berbagai persoalan yang kerap […]

    Selengkapnya »
  • Minyakita dan Para Pemburu Rente: Ketika Hak Rakyat Dan Hak Pedagang Kecil Dirampok Oleh Tangan-Tangan Berkuasa

    Minyakita dan Para Pemburu Rente: Ketika Hak Rakyat Dan Hak Pedagang Kecil Dirampok Oleh Tangan-Tangan Berkuasa

    • Minggu, 31 Mei 2026

    “Tidak ada yang lebih berbahaya daripada keserakahan yang bersembunyi di balik jabatan.” Rene Semuluyan – Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung Preman yang merampok di jalan setidaknya datang dengan wajah yang jelas. Tetapi para pemburu rente bekerja dengan cara yang lebih elegan. Mereka tidak membawa senjata. Mereka membawa pengaruh. Mereka tidak merampas dengan ancaman. Mereka merampas […]

    Selengkapnya »
  • Silaturahmi Ke Kediaman Jokowi, Sudaryono: Saya Pernah Menjadi Wakil Menteri Di Era Presiden Jokowi

    Silaturahmi Ke Kediaman Jokowi, Sudaryono: Saya Pernah Menjadi Wakil Menteri Di Era Presiden Jokowi

    • Sabtu, 9 Mei 2026

    Solo, APPSI – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melaporkan capaian swasembada beras 2025 kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/5/2026). Sudaryono menyebut Indonesia kini sudah menghentikan impor beras dan kesejahteraan petani mulai meningkat. Dalam pertemuan itu, Sudaryono menyampaikan capaian swasembada pangan yang berhasil diraih pemerintah pada 2025. Menurutnya, capaian tersebut sesuai […]

    Selengkapnya »