Beranda » Opini » Dana Perbankan Harus Menyentuh Pedagang Pasar Tradisional

Dana Perbankan Harus Menyentuh Pedagang Pasar Tradisional

“Persyaratan administrasi yang rumit, keterbatasan agunan, hingga rendahnya literasi finansial menjadi penghalang utama. Jika situasi ini terus dibiarkan, kebijakan dana perbankan hanya akan menambah jurang ketimpangan: bank semakin likuid, usaha besar semakin ekspansif, sementara pedagang kecil tetap termarjinalkan.”

Rene Semuluyan – Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung


Pemerintah melalui Kementerian Keuangan baru saja mengulurkan dana dalam jumlah besar ke sektor perbankan, angkanya cukup besar hingga mencapai Rp200 triliun. Kebijakan ini tentu dimaksudkan untuk memperkuat likuiditas, dan mendorong penyaluran kredit, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah-tengah ketidakpastian global.

Namun pertanyaan mendasar perlu diajukan: sejauh mana kebijakan itu benar-benar menyentuh pelaku ekonomi rakyat, khususnya pedagang pasar tradisional di daerah, seperti di Provinsi Lampung misalnya?

Pasar tradisional selalu saja disebut-sebut sebagai urat nadi perekonomian rakyat. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan tahun 2023 menyebutkan Indonesia memiliki lebih dari 16.000 pasar tradisional, dengan lebih dari 12 juta pedagang yang bergantung hidup di dalamnya.

Di Provinsi Lampung sendiri, terdapat lebih dari 500 pasar tradisional yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Jumlah itu melibatkan sedikitnya 300 ribu pedagang kecil yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Namun ironisnya, dalam setiap guncangan ekonomi, pasar tradisional-lah yang selalu menjadi pihak paling cepat merasakan dampak, dan sekaligus pihak yang paling lama pulih dari guncangan tersebut.

Hari ini, pedagang pasar tradisional di Lampung hidup dalam tekanan. BPS Lampung sendiri mencatat inflasi tahun berjalan (Agustus 2024) sebesar 2,45 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari bahan pangan bergejolak (volatile food), seperti beras, cabai, dan daging ayam. Tidak main-main kondisi ini langsung menghantam daya beli masyarakat di pasar tradisional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Walikota Bandar Lampung Terima Audiensi DPD APPSI Kota Bandar Lampung

    Walikota Bandar Lampung Terima Audiensi DPD APPSI Kota Bandar Lampung

    • Selasa, 5 Mei 2026

    Bandar Lampung, APPSI – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menerima audiensi Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kota Bandar Lampung terkait kepengurusan DPD APPSI Kota Bandar Lampung. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha pasar tradisional. Dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan […]

    Selengkapnya »
  • Tahta Terpilih Aklamasi Pada Musyawarah Daerah DPD APPSI Lampung Utara

    Tahta Terpilih Aklamasi Pada Musyawarah Daerah DPD APPSI Lampung Utara

    • Sabtu, 1 Agustus 2026

    Lampung Utara, APPSI – M. Tahta Rona Yacub, S.H., M.H., resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Lampung Utara periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) APPSI Kabupaten Lampung Utara yang digelar pada Sabtu (1/8/2026). Musda tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) […]

    Selengkapnya »
  • Dihadiri Wakil Ketua DPW APPSI, Bayu Santoso Raih Dukungan 5 Komisariat Pasar Pemerintah

    Dihadiri Wakil Ketua DPW APPSI, Bayu Santoso Raih Dukungan 5 Komisariat Pasar Pemerintah

    • Minggu, 23 Agustus 2026

    Metro, APPSI –Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kota Metro resmi menetapkan Bayu Santoso sebagai Ketua DPD APPSI Kota Metro periode mendatang. Bayu terpilih secara aklamasi setelah mengantongi dukungan penuh dari lima komisariat pasar yang ada di wilayah Kota Metro, Minggu (23/8). Pelaksanaan Musda tersebut dibuka secara resmi […]

    Selengkapnya »
  • Kolaborasi Memalak Yang Estetik di Shopping Center Metro, Menjadi Bukti Adanya Negara Dalam Negara

    Kolaborasi Memalak Yang Estetik di Shopping Center Metro, Menjadi Bukti Adanya Negara Dalam Negara

    • Sabtu, 2 Mei 2026

    Selamat kepada Shopping Center Kota Metro! Di tengah upaya pemerintah pusat mendorong digitalisasi dan kemudahan berusaha, pusat pertokoan ini justru berhasil menciptakan inovasi tata kelola yang luar biasa: Sistem Pajak “Suka-Suka” berkedok kebersamaan. Rene Semuluyan – Ketua DPW APPSI Provinsi Lampung Beredar berita melalui laman resmi Koran Editor (https://koraneditor.co) terkait penarikan uang yang diduga tidak […]

    Selengkapnya »
  • Menunggu Api Menjadi Abu: Mengapa Kebakaran Pasar Tradisional Bukan Sekadar Musibah?

    Menunggu Api Menjadi Abu: Mengapa Kebakaran Pasar Tradisional Bukan Sekadar Musibah?

    • Kamis, 27 Agustus 2026

    “Bagi sebagian orang yang terbiasa berbelanja di supermarket ber-AC, kebakaran pasar mungkin hanya terlihat sebagai berita duka yang lewat sepintas di media sosial. Padahal, dampaknya jauh melampaui statistik kerugian puluhan miliar rupiah.” Rene Semuluyan Ketua DPW APPSI Lampung Seringkali kita disuguhi narasi yang nyaris serupa di layar kaca dan lini masa: lidah api membubung tinggi, […]

    Selengkapnya »
  • APPSI Batang Siap Buktikan Bahwa Kebijakan Nasional Berpihak Pada Rakyat

    APPSI Batang Siap Buktikan Bahwa Kebijakan Nasional Berpihak Pada Rakyat

    • Kamis, 27 Agustus 2026

    Batang, APPSI – Gelombang protes meletup dari akar rumput di Kabupaten Batang. Langkah Budi Arief yang melayangkan pernyataan kritis terhadap kelompok pendukung Presiden Prabowo Subianto memicu kekecewaan mendalam dari DPC Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Batang. Ketua DPC PAPERA Kabupaten Batang, Lutfiyati Muflichah, tak menampik ada dorongan emosi […]

    Selengkapnya »